Minggu, 13 Oktober 2019

Materi Kemuhammadiyahan kelas 3 SD - Mengenal sosok K.H Ahmad dahlan

A.    MENGENAL SOSOK K.H AHMAD DAHLAN
            Kyai Haji Ahmad Dahlan merupakan pendiri dari organisasi Muhammadiyah. Nama kecilnya adalah Muhammad Darwis. Ia dilahirkan di kampung kauman yogyakarta [ada tahun 1285 H bertepatan dengan 1 Agustus 1868 M, sebagai putra ke empat dari KH. Abu Bakar salah seorang dari 12 Khatib keraton masjid Sultan atau masjid besar Yogyakarta. Ibunya bernama siti aminah atau lebih dikenal dengan sebutan Nyai Abu Bakar.
            Sebagai anak yang tumbuh dalam lingkungan para ulama, Muhammad darwiis secara dini mendapatkan pendidikan agama dari ayahnya sendiri. Seperti kalian, sejak kecil Darwis sudah belajar membaca Al Quran. Di umur 8 tahun, Darwis sudah lancar membaca Al Quran dan sudah mengkhatamkan bacaanya hingga 30 Juz.
            Seaktu masih kanak-kanak, darwis bergaul dengan kawan-kawan dan tetangganya. Dia terkenal sebagai anak yang rajin, jujur, serta suka menolong. Disamping itu masa kanak-kanak darwis menunjukan beberapa kelebihan dibanding anak-anak sebayanya, yaitu banyak akal, kreatif, ulet, pandai memanfaatkan sesuatu, cerdas, selalu fokus dan tidak malu bertanya hal yang belum diketahuinya. Darwis kecil juga senang bermain layang-layang dan gasing, serta pintar membuat barang-barang kerajinan tangan dan mainan sendiri, sehingga disukai oleh teman-temanya.
B.     BELAJAR KE KOTA MAKKAH
Darwis sangat gemar belajar. Darwis belajar kepada banyak kyai dan ulama bahkan ke negeri arab. Diusia 22 tahun, Muhammad Darwis diutus oleh keluarganya untuk pergi menunaikan ibadah haji sambil memperdalam ilmunya ditanah suci makkah pada tahun 1890.
            Sepulang dari makkah Muhmmad darwis berganti nama menjadi Ahmad dahlan. Ahmad dahlan tetap gemar belajar dan gemar membaca buku. Karena kegemaran mempelajari ilmu agam islam, ahmad dahlan sering menggantikan ayahnya untuk mengajar agama islam kepada anak-anak dan bahkan kepada orang-orang yang lebih tua darinya. Akhirnya ahmad dahlan
Mendapatkan julukan kyai karena kemampuan ilmu agama tersebut.
Penghetahuan tentang agama islam yang mendalam inilah yang membuat ahmad dahlan semakin peduli kepada rakyat jelata dan sangat senang mengajari orang ilmu agama islam serta suka menolong oreang kesusahan.
C.    MENDIRIKAN MUHAMMDIYAH
Pada tahun 1903 ahmad dahlan pergi haji ke makkah untuk kedua kalinya dan melanjutkan jkembali pendalaman ilmu agamanya. Saat belajar ahmad dahlan bertemu banyak ulama serta tokoh-tokoh dari nusantara sendiri seperti K.H muhammad Khatib dari minangkabau, K.H Nawawi dari banten, Kyai Mas Abdullah dari surabaya serta Kyai Faqih Maskumambang dari gresik.
            Pertmuan itu cukup penting bagi perkembangan pemikiran ahmad dahlan. Namun yang paling utama adalah perjumpaanya dengan Rasyid Ridha seorang tokoh pembaharu islam dari mesir yang memiliki kesamaan pandangan dengan ahmad dahlan dalam pemurnian tauhid dan bukan keimaan secara taklid.
            Sepulang dari makkah untuk yang kedua itu ahmad dahlan mulai medirikan pondok untuk murid-muridnya yang datang dari berbagai daerah seperti bantul, srandakan, brosot, kulonprogo, pekalongan, batang, magelang, solo dan semarang.
            ahmad dahlan tidak membatasi pergaulanya. Pada tahun 1909, pada masa kebangkitan nasioanal ahmad dahlan masuk perkumpulan boedi utomo. Perkumpulan budi utomo didirikan di jakarta pada tanggal 20 mei 1908 oleh Dr. Wahidin sudiro Husodo. ahmad dahlan memberikan pengathuan agama islam kepada pengurus budi utomo.\
             selain itu, ahmad dahlan juga diminta mengajar agama islam kepada para siswa Kwek school di jetis yogyakjarta, sebuah sekolah umum untuk anak-anak kalangan menengah pribumi dan belandan, sekolah pamong praja dimagelang dan lain-lain. ahmad dahlan juga mengajar dimadrasah Ibtidaiyah diniyah islamiyah yang berliau dirikan.
            Kepedulian ahmad dahlan kepada anak-anak yang bersekolah tersebut membuat ahmad dahlan bersedia mengajrkan agama islam di sekolah tersebut. Banyak siswa yang kemudian tertarik dengan pengajaran ahmad dahlan. Beliau mempergunakan cara yang tidak membosankan, senantiasa menarik, sabar, jujur dan dapat mengemong anak didiknya bahkan ketika ahmad dahlan menjelaskan bahwa beliau mendirikan sekolah masdrasah diniyah dirumah untuk mengajarkan ilmu pengetahuan dan ilmu agama, mereka pun tertarik untruk menjadi siswa.
            Ahmad Dahlan sadar bahwa usaha yang mulia ini harus dipertahankan, bahkan harus bisa diteruskan oleh orang lain.sepeninggalnya nanti. Utnuk itu diperlukan sebua organisasi, yaitu sekumpulan orang yang berkerja bersama-sama.
            Ahmad Dahlan mencari petunjuk Al Quran dan menemukan ayat Al Quran surat Ali Imran Ayat 104.
Setelah berbagai pengalaman dan pergaulanya dengan berbagai kalangan dan mantap hatinya karena membaca ayat diatas, akhirnya pada tanggal 18 dhulhijah 1330 H bertepatan dengan tanggal 18 November 1912, dikota jogjakarta Ahmad Dahlan mendeklarasikan berdirinya sebuah organisasi yang diberi nama Muhammadiyah yang mengajak umat islam indonesia kembali beramal dan beribadah menurut tuntunan Al Quran dan Al Hadist.
D.    PESAN-PESAN K.H AHMAD dahlan
K.H Ahmad Dahlan wafat pada tanggal 23 Februari 1923 M bertepatan dengan tanggal 7 rajab 1340 H diusia 55 tahun dan dimakamkan dikarangkajen jogja. Atas jasa-jasa dalam perjuanganya membangun bangsa dan negara melalui dakwah amar maruf nahi munkar, pemerintah republik indonesia sebagai pahlawan nasional sesuai dengan surat keputusan presiden No.657 tahun 1961.
            Sebelum wafat beliau berpesan kepada kader-kader sebagai berikut:
a.       Aku titipkan Muhammadiyah kepadamu dengan harapan Muhammadiyah dapat dipelihara dan dijaga sebaik-baiknya.
b.      Beramal dan berjuanglah dalam Muhammadiyah, sebab Muhammadiyah adalah tempat beramal dan berjuang.
c.       Berjuanglah dalam Muhammadiyah dengan keikhlasan dan kesadaran yang akan menumbuhkan rasa nikmatnya dalam beribadah dan beramal.
d.      Muhammadiyah sekarang ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru, kembalilah kepada Muhammadiyah, jadilah master, insinyur, dan lain-lainnya dan kembalilah kepada Muhammadiyah.
e.       Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup dalam Muhammadiyah.

Itulah sosok KH. Ahmad Dahlan. Pribadi yang selalu hidup bahagia dalam kesederhanaan, karena seluruh hartanya banyak beliau habiskan untuk berdakwah menegakkan agama islam. Di akhir khayatnya pun beliau tidak meninggalkan apa-apa untuk diwariskan kepada keluarganya. Namun, beliau telah meninggalkan warisan terbesar untuk umat islam yang justru tidak akan pernah habis sampai sekarang yaitu Muhammadiyah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenal Muhammadiyah secara singkat