Selasa, 22 Oktober 2019

Bagian 1 Mukaddimah - Buku Ayyuhal Walad Imam Al Ghazali


Pada kesempatan kali ini, akan membahas mengenai buku yang ditulis oleh Abu Hamid Al Ghazali (1058-1111), dan semua tulisan hampir semua akan mengutip dan merujuk pada sebuah buku yang berjudu Ayyuhal Walad yang mana oleh Penerbit Pustaka Hati diterjemahkan menjadi Wahai Santriku. Kemudian, tulisan ini akan saya bagi menjadi delapan bagian yang terpisah sendiri-sendiri sesuai tema pembahasan persis pada buku yang dikutip, diantaranya yaitu Mukaddimah, mengamalkan pengetahuan, terjaga malam, makna kepatuhan, delapan pelajaran hidup, pentingnya guru mursyid, menjadi sufi, dan delapan pesan Al Ghazali kepada muridnya.
            Baik langsung saja, masuk ke bagian Mukaddimah. Sejarah buku ini ditulis yaitu ketika murid  yang taat kepada gurunya yaitu Imam Al Ghazali yang sudah menempuh dan mencurahkan segala pikiran dan tenaga untuk belajar, mengikuti seluruh pengajian dan perkembangan keilmuan gurunya. Tuntas sudah seluruh ilmu yang dia inginkan. Pernik-pernik pengetahuan yang amat susah bahkan telah ia boyng kedalam dirinya. Semuanya sudah ia ungsikan ke memorinya. Ia juga mencari kesempurnaan dalam keutamaan jiwanya. Ya, ia mencari pengetahuan yang bisa memuaskan kebutuhan rohani dan jiwanya, agar menjadi manusia yang lebih, yang utama, dan mempunyai interitas moral. Sampailah ia pada dirinya sendiri. Ia mulai berfikir dan merenungi dirinya sendiri. Ia sadar, sesungguhnya ada keinginan lain yang belum lunas dan selalu saja bergemuruh dalam dirinya.
            “Aku telah mempelajari seluruh disiplin ilmu. Aku telah menghabiskan seluruh usiaku untukbelajar dan mengumpulkan pengetahuan. Sekarang, sudah saatnya aku mengetahui, mana dianatar ilmu-ilmu itu yang bermanfaat bagi masa depanku dan memperhatikan nasib-nasibku di akhirat. Mana pula yang tidak ada gunanya bagiku sehingga aku harus meninggalkanya. Bukankah dulu Nabi Muhammad SAW juga pernah berdoa
            Ya Allah, aku berlindung dari ilmu yang tidak berguna”, begitulah pikiran yang selalu menjuntai dalam benak sang murid.
            Kegelisahan kian menjadi-jadi. Sang  murid memeutuskan menulis surat kepada gurunya, Imam Al Ghazali, semoga Allah memberi rahmat kepadanya. Ya, apalagi kalau bukan untuk meminta fatwa dan ansihat dari gurunya itu. Ia bertanya banyak hal kepada gurunya. Ia meminta nasihat dan doa. “Meski guru telah menulis kitab Ihya Ulumuddin atau kiab-kitab lain yang telah jelas menjawab semua kegelisahanku, tetapi aku ingin beliau menulis khusus untukku. Aku ingin sebuah tulisan yang akan aku genggam hingga akhir hayatku dan aku persembahkan seluruh usiaku untuk mengamalkanya, “tekad sang murid begitu kuatnya”.
            Karena itu, surat yang akhirnya dibukukan ini merupakan sebuah jawaban sang Maha Guru, Imam Al Ghazali. Beliau menjawab semua permintaan muridnyaitu dengan karya ini. Ya, inilah yang ditulis Imam Al Ghazali untuk muridnya yang saya rasa masih relevan untuk segenap insan.
            Itulah cuplikan mukaddimah dari buku Ayyuhal Walad, lanjut ke tema selanjutnya yaitu mengamalkan ilmu pengetahuan.................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenal Muhammadiyah secara singkat